2019-10-25

Terus Meningkatkan Kapasitas Petani, BPTP Gorontalo Gelar BIMTEK Pertanian Bioindustri

BPTP GORONTALO
...

Sejak 5 tahun belakangan, Kementerian Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian telah mengenalkan model pertanian bioindustri, salah satunya di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo. Melalui model ini diharapkan tumbuhnya kelompok tani yang menerapkan pertanian berkelanjutan (zero-waste) dan menciptakan nilai tambah produk.

Sebagai bentuk pendampingan kegiatan pertanian bioindustri tersebut, BPTP Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis yang bertajuk “Peningkatan Kapasitas Petani Mendukung Pengembangan Pertanian Bioindustri” Jumat, 25 Oktober 2019. Bertempat di Desa Jatimulya, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, kegiatan ini dihadiri Distan Kab Boalemo, BPP Wonosari, Penyuluh serta perwakilan para kelompok tani dari Kecamatan Wonosari.

Kepala BPP Kecamatan Wonosari, Suprap Diharjo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini harus disukseskan bersama sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan para petani kedepannya. “Saat ini tidak ada batasan untuk mendapatkan pengetahuan baru. Banyak cara yang dapat dilakukan diantaranya konsultasi langsung, googling dihandphone, maupun dengan bertukar informasi di forum semacam Bimtek seperti ini. Petani harus memanfaatkannya dengan baik,” ungkapnya.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Gorontalo yang diwakili oleh KSPP Fatmah Sari Indah Hiola SP menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggali informasi secara bersama-sama antara petani dengan penyuluh. Sehingga informasi yang didapat lebih kaya, efektif dan efisien. “Di kegiatan Bimtek semacam ini bapak-ibu bisa saling bertukar informasi dan memperkaya pengetahuan bersama. Tidak perlu sungkan untuk berkonsultasi tentang keluhan di lapangan.”

Sementara itu, Kepala Distan Kab Boalemo yang diwakili Kepala Seksi Penyuluhan Sukirman, SP memberikan arahan agar petani mampu memanfaatkan pelayanan yang disediakan oleh pemerintah. Mulai dari benih, bantuan alsintan hingga bentuk penyedian layanan bimbingan teknis. Hal ini penting untuk memajukan kesejahteraan petani. Terlebih pada bentuk pertanian Bioindustri yang mengintegrasi padi dengan sapi dengan konsep zero waste. Limbah sapi dimanfaatkan sebagai pupuk organik sementara limbah padi digunakan sebagai bahan pakan sapi.

 

Disamping materi tentang pengolahan dan penanganan bioindustri padi dengan sistem integrasi padi-ternak yang disampaikan oleh penyuluh, Dedi Hertanto, SP, M.Si peserta juga mendapatkan materi tentang pengolahan pakan ternak diberikan oleh peneliti Serly Anas, S.Pt dan pembuatan dekomposer dari limbah air kelapa yang disampaikan oleh Sukarto, SP. Selesai pemaparan materi, peserta Bimtek langsung diajak praktek pembuatan dekomposer dari limbah air kelapa secara langsung yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat pembuatan pupuk organik. Kedepannya diharapkan petani mampu mandiri dan mewujudkan pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan dan mensejahterakan petani.

Sub Sektor : Padi, Sapi
Komoditas : Tanaman Pangan, Peternakan
Teknologi yang Digunakan : PERTANIAN BIOINDUSTRI