2019-03-03

PRESIDEN JOKOWI PANEN JAGUNG DI BUMI SERAMBI MADINAH

BPTP GORONTALO
...

Presiden RI Jokowi panen jagung seluas 1392 ha tanggal 01 Maret 2019, bertempat di Desa Botuwombato Kabupaten Gorontalo Utara. Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Hj. Iriana Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadi Purnomo, Menteri Sekretaris Kabinet Moeldoko, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Roem Kono, bupati/walikota se provinsi Gorontalo serta pejabat Kementerian pusat dan daerah Gorontalo. Hamparan Jagung ini merupakan cerminan dari semangat petani jagung di Gorontalo yang telah menghasilkan 1,5 juta ton jagung, dan telah mengekspor 113 ribu ton pada tahun 2018. 
Pada kesempatan tersebut, Presiden menekankan pentingnya peningkatan produktivitas jagung agar dapat meningkatkan pendapatan petani. Presiden RI Jokowi juga melakukan dialog dengan petani, dan menyampaikan pengalaman serta komitmennya untuk senantiasa memperbaiki produksi jagung ditingkat petani yaitu melalui program pembangunan pertanian seperti bendungan Bulango Ulu senilai Rp 2,2 triliyun, agar dapat memenuhi kebutuhan air pada musim kemarau serta dapat meningkatkan Indeks Pertanaman (IP).
Presiden menyatakan kebanggaannya kepada petani di Gorontalo sebab produksi petani jagung nasional kini mampu membalikkan keadaan dari impor menjadi ekspor. Ekspor jagung tahun 2015 mencapai 251 ribu ton, meningkat drastis di tahun 2018 dengan total ekspor mencapai 380 ribu ton. Berbeda dengan impor jagung yang pada Th. 2014 mencapai 3.374.000 ton yang kemudian di tahun 2018 hanya mencapai180.000 ton. Hal ini hanya untuk menstabilkan harga dalam negeri.
"Sudah menjadi hukum ekonomi, jika produksi petani melimpah maka harganya pasti turun".
Di Gorontalo sendiri, untuk produksi jagung, dulunya hanya 650 ribu ton, tahun 2018 meningkat 1,5 juta ton, dan tahun 2019 ditargetkan 1,7 juta ton. Peningkatan yang sangat signifikan," kata Presiden Jokowi bangga". produksi jagung per hektar yang sekarang 6 - 7 ton, diharapkan bisa mencapai 9 - 10 ton per hektare. 
Data Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan bahwa terjadi peningkatan produksi jagung nasional signifikan setiap tahun. Tahun 2015 produksi jagung nasional hanya 19,61 juta ton, meningkat menjadi 23,58 juta ton di tahun berikutnya, dan pada tahun 2018 tembus 30 juta ton. 
Tahun ini produksi jagung nasional ditargetkan sebanyak 33 juta ton, dan ekspor ditargetkan sebesar 500 ribu ton. Target tersebut akan dimaksimalkan pada beberapa provinsi yang merupakan lumbung jagung nasional seperti Jawa Timur, NTB, Lampung, Sumatera Selatan, termasuk Gorontalo. Untuk Gorontalo sendiri, target ekspor sebesar 150 ribu ton, dan hingga maret nanti sebesar 50 ribu ton.
Semoga dengan kunjungan Presiden Jokowi, dapat menambah semangat juang petani untuk terus meningkatkan produksi tentunya dengan harapan adanya peningkatan kesejahteraan petani, kelompok, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan daerah, bangsa dan Negara. Semoga target menjadi lumbung pangan Dunia bisa diraih sebelum 2045.

Sub Sektor : Jagung
Komoditas : Tanaman Pangan
Teknologi yang Digunakan :